Total Tayangan Laman

Selasa, 17 April 2012

Tugas Nilai dan Motif Konsumsi ( Ekonomi Syariah)

Nilai dan Motif Konsumsi
Kebaikan 
1.       Kebaikan dari suku baik
Baik adalah tidak jahat, tidak buruk ; memperbaiki = membenarkan, membetulkan.
Q.S.Al-Baqarah ayat 168
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

168. Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
Makna Kosakata :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ : Hai sekalian Manusia
كُلُوا : Makanlah
مِمَّا : apa-apa
فِي الْأَرْضِ : (yang) ada di bumi
حَلَالًا طَيِّبًا : (yang) halal lagi tayyib
وَلَا تَتَّبِعُوا : dan janganlah mengikuti
خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ : langkah-langkah setan
إِنَّهُ لَكُمْ : sesungguhnya mereka
عَدُوٌّ مُبِينٌ : musuh yang nyata
Penjelasan :
Ayat ini memberi penekanan agar setiap manusia hanya mengonsumsi makanan yang halal dan thayyib (baik). Halal dapat diartikan dibolehkannya sesuatu oleh Allah SWT berdasar suatu prinsip yang sesuai dengan aturan-Nya. Sehingga makna halal dalam ayat ini menyiratkan pentingnya semangat spiritual dalam memperoleh dan mengonsumsi makanan. Jadi intinya dalam ajaran Islam, makanan halal itu sangat dikedepankan. Adapun petunjuk halal itu artinya yaitu sesuai dengan syariah atau hukum Islam. Bila makanan itu halal namun asalnya tidak halal maka belum bisa dikatakan halal.
contoh:
makan makanan halal dari hasil/uang korupsi, maka tubuh yang menyerap makanan itu menjadi tidak halal

Seperti kita ketahui bahwasanya syetan selalu mengarahkan manusia untuk berbuat dosa. Syetan itu bisa berupa jin ataupun manusia. Jadi bila ada diantara kita yang berusaha mengajak orang lain untuk berlaku tidak benar, maka akan digolongkan sebagai syetan. Syetan itu dapat mengalir lewat pembuluh darah kita, merusak jaringan kita dan mendorong kita untuk berbuat yang tidak baik. Yang dimaksud dengan janganlah mengikuti langkah-langkah setan adalah bahwa setan  adalah musuh kita (manusia) yang membawa dan yang menggoda kita kepada jurang kesesatankita didunia sehingga kita lupa akan perintah Allah SWT dan melalaikannya. Iblis (setan) akan menggoda kita dengan berbagai tipu muslihat dan cara yang bersifat duniawi. Dan setan ini adalah ingkar akan Allah SWT. Ia mampu mempengaruhi kita untuk melakukan hal-hal diluar syariat islam,sehingga kita keluar dari ajaran agama,hingga membuat kita tersesat dari jalanNya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar